
Padukuhan sejuk bernuansa wisata, menjaga tradisi, menuju kesejahteraan bersama.
Padukuhan Samiranan adalah desa bernuansa sejuk dengan kearifan lokal yang tetap terjaga. Berada di jalur wisata, kami bertekad mengembangkan desa wisata modern yang berdaya saing, demi meningkatkan kesejahteraan warga dan menarik lebih banyak pengunjung.
Masyarakat yang gotong royong dan saling mendukung dalam setiap kegiatan pembangunan padukuhan.
Aktivitas perburuan burung yang sempat marak di tahun 2000an kini sudah dilarang demi menjaga kelestarian alam.
Menjadi desa wisata modern dengan pembangunan gapura dan memanfaatkan jalur wisata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Produk unggulan dan usaha kreatif masyarakat yang menjadi kebanggaan padukuhan

Kelezatan ikan bandeng presto dengan daging lembut, segar, dan paduan aneka rempah pilihan. Cocok untuk menemani hidangan keluarga.

Menyajikan berbagai pilihan tahu goreng dan ayam kentucky renyah dengan cita rasa khas yang menggugah selera setiap hari.

Warung sembako lengkap menyediakan kebutuhan sehari-hari dan macam sayuran dengan harga terjangkau dan pelayanan ramah.
KENALI LOKASI PADUKUHAN JANGAN SAMPAI TERSESAT

Padukuhan Samiranan terletak di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Warisan budaya dan tradisi yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi

Peringatan kemerdekaan Indonesia dengan upacara bendera, lomba tradisional, dan berbagai kegiatan yang mempererat persatuan warga desa.

Malam yang dianggap sakral dalam tradisi Jawa, sering diisi dengan doa bersama, membahas kegiatan desa, transparansi kas padukuhan, dan urusan kemasyarakatan lainnya.

Kegiatan olahraga rutin yang dilakukan bersama-sama di hari selasa ketika sore untuk menjaga kesehatan dan mempererat kebersamaan warga.

Kegiatan keagamaan rutin berupa kajian Al-Quran dan hadits yang diselenggarakan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.
Perjalanan panjang pembentukan dan perkembangan Padukuhan Samiranan dari masa ke masa
Dukuh Samiranan yang terletak di Kel. Nomporejo, Kap. Galur, Kab. Kulon Progo mulai tertata dengan baik. Pada masa ini kondisi infrastruktur masih minim dengan jalanan yang belum terbentuk dan lampu penerangan yang belum tersedia.
Masuknya aliran listrik ke Dukuh Samiranan menjadi tonggak penting pembangunan desa. Hal ini membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat dan membuka peluang pengembangan ekonomi lokal.
Era ketika terjadi perburuan burung yang kemudian dilarang. Dukuh Samiranan yang dikenal dengan keanekaragaman burung dan suasana angin sepoi-sepoi mulai fokus pada pelestarian lingkungan.
Pengembangan Dukuh Samiranan sebagai desa wisata modern dengan memanfaatkan posisi strategis yang dilewati jalur jalan wisata. Rencana pembangunan gapura desa dan fasilitas wisata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.